9 Amalan Bulan Rajab Menurut Sunnah
hero

9 Amalan Bulan Rajab Menurut Sunnah

23 December 2024 |Artikel

Amalan Bulan Rajab memiliki keutamaan khusus mengingat bulan tersebut termasuk dari empat bulan haram yang dijelaskan dalam Al-Quran. Bulan haram adalah bulan yang dimuliakan Allah Swt. di mana pada bulan tersebut umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan lebih ditegaskan larangan perbuatan maksiat. 

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (Qs. At Taubah: 36).

Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa empat bulan haram tersebut yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Penetapan bulan ini berdasarkan kalender Hijriah yang mengacu pada penghitungan perputaran Bulan.

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).


Baca Juga:

Amalan-Amalan Sunnah pada Bulan Rabiul Awal


Menurut Ibnu 'Abbas, empat bulan haram adalah bulan yang dimuliakan Allah Swt., di mana amal saleh dilipatgandakan pahalanya dan dosa lebih besar ganjarannya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjauhi maksiat dan memperbanyak ibadah di bulan-bulan tersebut.

Bulan Rajab Sebagai Bulan Haram

Dalam tafsir Zaadul Maysir, Al-Qodhi Abu Ya’la menjelaskan bahwa empat bulan tersebut dinamakan haram karena pada masa itu diharamkan peperangan. Termasuk larangan untuk melakukan dosa atau maksiat lebih ditekankan daripada bulan lainnya. Hal ini menunjukkan kemuliaan bulan tersebut, sehingga umat Islam didorong untuk meningkatkan amalan ketaatan selama empat bulan haram, termasuk Bulan Rajab.

Dalam Islam, bulan-bulan haram juga dianggap sebagai waktu yang penuh peluang untuk memperbanyak ibadah. Para salafus shalih, seperti Sufyan Ats-Tsauri, sangat menyukai berpuasa di bulan-bulan haram, termasuk Rajab, karena pahala dari amalan tersebut diyakini berlipat ganda. 

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menegaskan bahwa dosa yang dilakukan pada bulan haram akan terasa lebih berat. Sementara amal shalih yang dilakukan pada bulan ini akan mendapatkan balasan yang lebih besar. Pernyataan ini menjadi motivasi bagi kaum muslimin untuk memanfaatkan bulan Rajab dengan meningkatkan ibadah seperti puasa, shalat, dzikir, dan doa di Bulan Rajab.

bulan rajab adalah salah satu bulan haram, dimana banyak ibadah yang sebaiknya dilakukan

Namun, di balik keutamaan bulan-bulan ini, terdapat beberapa tradisi Jahiliyah yang dahulu dilakukan oleh masyarakat Arab. Misalnya penyembelihan hewan kurban khusus pada bulan Rajab, yang dikenal sebagai ‘atiiroh atau Rojabiyyah. 

Tradisi ini kemudian dibatalkan dalam syariat Islam berdasarkan hadits Rasulullah saw. “Tidak ada lagi faro’ dan ‘atiiroh.” (HR. Bukhari dan Muslim). Para ulama menyepakati bahwa amalan-amalan semacam ini yang tidak memiliki dasar dalam Islam harus ditinggalkan agar tidak mengarah pada praktik bid’ah atau penyimpangan.

Dalam konteks hukum peperangan, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai larangan berperang di bulan haram, termasuk Rajab. Mayoritas ulama sepakat bahwa larangan tersebut telah dihapuskan setelah datangnya Islam. 

Ibnu Rajab rahimahullah mencatat bahwa tidak ada satu pun sahabat Nabi yang berhenti berperang pada bulan-bulan haram ketika situasi mendesak. Hal ini menunjukkan bahwa syariat Islam mengutamakan prinsip fleksibilitas dalam menghadapi kondisi darurat, meskipun tetap menekankan penghormatan terhadap bulan haram.

Bulan Rajab juga menjadi momentum penting untuk meluruskan pemahaman tentang ibadah yang dilakukan. Nabi Muhammad Saw. bahkan melarang umatnya untuk menjadikan bulan Rajab sebagai ‘ied atau perayaan khusus, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Ibnu Abbas, “Rasulullah Saw. melarang berpuasa pada seluruh hari di bulan Rajab agar tidak dijadikan sebagai ‘ied.” (HR. Abdurrazzaq). 

Larangan ini bertujuan agar umat Islam tidak menyalahartikan keutamaan bulan Rajab dengan membuat ritual atau tradisi yang tidak sesuai dengan tuntunan syariat. Sebaliknya, fokuskanlah bulan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui amalan Bulan Rajab yang sesuai sunnah.

Amalan Bulan Rajab

Sebagai salah satu bulan haram yang penuh keutamaan, Rasulullah Saw. mendorong umat Islam untuk memperbanyak amalan di Bulan Rajab menurut sunnah.  Kita sebaiknya memperbanyak doa di Bulan Rajab agar mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah. 

Di masyarakat, malam Rajab juga dianggap sebagai waktu yang penuh keutamaan untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah. Tidak heran jika banyak yang melakukan puasa dan sholat sunnah khusus di malam Rajab, termasuk membaca dzikir Bulan Rajab.

Namun, hendaknya kita beribadah bukan berdasarkan seperti yang sering beredar dalam masyarakat. Semua amalan Bulan Rajab yang dilakukan harus mengacu pada tuntunan Rasulullah Saw. Kita harus berhati-hati terhadap ajakan beribadah yang belum kita pahami ilmunya.

Berikut amalan di Bulan Rajab menurut sunnah Rasulullah Saw. yang dapat kita jadikan panduan:

1. Berpuasa di Bulan Rajab

Berpuasa di bulan Rajab tidak memiliki ketentuan khusus karena termasuk dalam anjuran umum berpuasa di bulan haram. Rasulullah Saw. bersabda, "Berpuasalah di bulan-bulan haram." (HR. Abu Dawud, no. 2428; hadits hasan menurut sebagian ulama).

Puasa sunnah yang bisa dilakukan meliputi puasa Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah), dan puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak). Meskipun puasa khusus untuk Rajab tidak dijelaskan secara detail, melakukannya dengan niat puasa sunnah umum tetap mendapatkan pahala besar.

2. Membaca Doa di Bulan Rajab

Doa di bulan Rajab antara lain, "Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhana." Artinya, “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan”.


Baca Juga:

Sedekah untuk Palestina


Doa ini diriwayatkan dari Anas bin Malik RA dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad (no. 2346). Status hadits ini dianggap lemah oleh sebagian ulama, namun doa ini memiliki nilai baik sebagai ungkapan harapan dan persiapan menyambut bulan Ramadhan.

3. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Memperbanyak dzikir dan istighfar adalah amalan yang dianjurkan sepanjang waktu, terlebih lagi di bulan haram seperti Rajab. Rasulullah Saw. bersabda, "Barang siapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan memberinya jalan keluar dari segala kesulitan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad, no. 2234).

Rajab adalah bulan untuk merenungi dosa-dosa yang telah lalu dan membersihkan hati dengan memperbanyak kalimat dzikir, di antaranya:

"Astaghfirullah wa atubu ilaih."

"Subhanallah wa bihamdih."

"La ilaha illallah, wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu."

4. Membayar Utang Puasa Ramadhan

Menyelesaikan utang puasa Ramadhan adalah kewajiban sebelum datangnya Ramadhan berikutnya. Allah Swt. berfirman, "Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185).

Bulan Rajab sering dimanfaatkan oleh kaum Muslimin untuk membayar utang puasa karena mendekati bulan Ramadhan. Melunasi kewajiban ini menunjukkan tanggung jawab dan kesiapan spiritual dalam menjalankan syariat.

amalan bulan rajab yang diutamakan adalah membaca doa

5. Memperbanyak Sedekah

Sedekah adalah amalan yang dianjurkan setiap waktu dan memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah Saw. bersabda, "Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi, no. 614).

Sedekah tidak harus berupa materi, kita dapat membantu orang lain, memberikan makanan kepada yang membutuhkan, atau menolong tetangga juga dihitung sebagai bentuk sedekah. Rajab menjadi waktu tepat untuk menanam amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

6. Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang mendekatkan kita kepada Allah. Rasulullah Saw. bersabda, "Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an, baginya satu kebaikan, dan kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali lipat." (HR. Tirmidzi, no. 2910).

Rajab adalah waktu yang tepat untuk memulai kebiasaan membaca, menghafal, atau merenungi Al-Qur’an, sebagai bentuk persiapan menyambut bulan Ramadhan. Sehingga kita terbiasa untuk membaca Al-Qur’an sebagai bagian dalam rutinitas sehari-hari.

7. Berdoa untuk Kebaikan Dunia dan Akhirat

Bulan Rajab adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah Saw. bersabda, "Doa adalah senjata bagi seorang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit dan bumi." (HR. Hakim, no. 1218).

Berdoalah dengan tulus untuk keberkahan hidup, kemudahan rezeki, dan perlindungan dari segala keburukan. Dengan memanjatkan doa di Bulan Rajab, kita dapat selalu terhubung pada harapan ke Allah Swt.

8. Meneladani Peristiwa Isra’ Mi’raj

Isra’ Mi’raj sering dikaitkan dengan bulan Rajab, meskipun tanggal pastinya masih diperdebatkan. Peristiwa ini disebutkan dalam Al-Qur’an, "Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha..." (QS. Al-Isra’: 1).

Isra’ Mi’raj mengajarkan pentingnya shalat lima waktu yang merupakan tiang agama. Bulan Rajab bisa dijadikan momen untuk meningkatkan kualitas shalat, memperbaiki kekhusyukan, dan mempelajari makna bacaan shalat.

9. Menghindari Amalan yang Tidak Memiliki Dalil Kuat

Beberapa amalan tertentu sering dikaitkan dengan bulan Rajab, seperti puasa tertentu dengan niat khusus dan sholat Roghoib. Sholat Roghoib disebut sebagai salah satu sholat sunnah yang dilakukan pada malam pertama Jumat pertama di bulan Rajab. 

Meskipun ada riwayat yang menyebutkan keutamaannya, sholat Roghoib ini tidak memiliki dasar yang kuat dalam hadits shahih. Beberapa ulama menyebutkan bahwa sholat ini dilakukan dengan dua rakaat, di setiap rakaat membaca surah Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlas sebanyak 11 kali. 


Baca Juga:

B1SA : Bangun 1000 Sumber Air Bersih


Namun, banyak ulama yang menilai sholat Roghoib sebagai bid’ah karena tidak ada tuntunan yang jelas dari Nabi Muhammad Saw. mengenai pelaksanaannya. Ulama besar seperti Imam Nawawi dan Ibn Hajar al-Asqalani menyatakan bahwa hadits-hadits yang mendukung amalan tersebut adalah lemah atau palsu.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk berpegang pada ibadah yang telah diajarkan secara jelas oleh Nabi dan menghindari amalan yang tidak memiliki dasar yang kuat dalam syariat. Kita sebaiknya fokus pada amalan di Bulan Rajab menurut sunnah seperti dzikir, shalat sunnah rawatib, dan amal kebaikan lainnya. 

Bulan Rajab adalah termasuk waktu istimewa yang Allah berikan kepada umat Islam untuk memperbanyak kebaikan dan mendekatkan diri kepada-Nya. Kita dapat memperbanyak amalan Bulan Rajab secara umum, seperti berpuasa, bersedekah, memperbanyak dzikir Bulan Rajab, dan menghidupkan malam dengan ibadah. 

Selain itu, jangan lupa memperbanyak doa di Bulan Rajab, memohon ampunan, keberkahan, dan kekuatan iman sebagai persiapan menuju Ramadhan. Semoga setiap langkah kebaikan di bulan ini menjadi bekal yang menguatkan kita menuju ridha Allah Swt.

 

Baca Juga Artikel Lainnya